PANDEGLANG – Sejumlah pedagang gula dan pasir mengeluhkan sepinya pembeli di Pasar Badak Pandeglang.

Sepinya pembeli tersebut, disebabkan karena pandemi corona yang melanda di Kabupaten Pandeglang, bahkan dengan peningkatan yang cukup drastis.

Salah seorang pedagang beras, Sarmin mengatakan, saat ini sepinya pembeli diduga disebabkan, akibat ada larangan dari pemerintah daerah untuk keluar rumah atau melakukan aktivitas di daerah lain.

“Kami saat ini cukup mengeluh dengan adanya wabah korona ini, sehingga pembeli pun cukup sepi yang tadinya kita menjual satu ton sampai dua ton, sekarang hanya beberapa kwintal saja yang kita jual, artinya yang laku atau terjual,” ucapnya saat di temui di Pasar Badak Pandeglang, Jumat (27/3/2020).

Ia mengatakan, selain membuat pembeli sepi, pandemi corona ini juga membuat sejumlah harga bahan pokok cukup melambung tinggi di pasaran, sehingga banyak sekali para pedagang yang mengeluhkan.

“Mungkin karena Corona ya, makanya pasar juga menjadi sepi pembeli,” kata Sarmin

Selain pedagang beras yang mengeluhkan dengan adanya pandemik Corona ini, sejumlah pedagang bahan pokok lain seperti gula, juga mengeluhkan dengan wabah virus Corona ini.

Salah seorang pedagang, Saepullah mengatakan, untuk harga gula saat ini mengalami kenaikan harganya cukup signifikan, bahkan mencapai 15 persen, sehingga banyak sekali para pembeli yang keberatan.

“Untuk penjualan gula saat ini memang ada kenaikan harga yang cukup drastis, dari yang tadinya harga 1 kilo sekitar 12 rp 1.000 sekarang mencapai rp 15.000, kemudian untuk satu karungnya dari yang tadinya rp.500.000 sekarang mencapai rp.830.000 mungkin, penyebabnya karena adanya pandemik korona ini,” katanya. (De/Red)