Komisi II DPRD Cilegon Dorong Tambahan Anggaran Disnaker Berdampak pada Penyerapan Kerja
HARIANBANTEN.CO.ID – Komisi II DPRD Kota Cilegon mendorong agar usulan tambahan anggaran yang diajukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja. Penegasan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Disnaker dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon, Senin (6/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Disnaker Kota Cilegon mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp1,3 miliar yang akan diajukan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung sejumlah program ketenagakerjaan, mulai dari pelatihan kerja, peningkatan kesejahteraan pegawai, hingga penambahan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala Disnaker Kota Cilegon, Sri Widayati, mengatakan tambahan anggaran itu dibutuhkan untuk memperkuat pelaksanaan program yang telah disusun pada tahun ini.
“Total anggaran yang bakal kami ajukan sekitar Rp1,3 miliar,” ujar Sri kepada wartawan usai rapat.
Ia menjelaskan, anggaran tersebut akan dialokasikan untuk penambahan gaji, pelatihan tenaga keamanan (security), pelatihan scaffolding, penambahan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta kebutuhan di lingkungan sekretariat Disnaker.
“Untuk penambahan gaji, pelatihan security, scaffolding, penambahan BPJS Ketenagakerjaan, dan juga untuk sekretariat. Saat ini masih dalam tahap pembahasan dan akan diajukan melalui ABT. Biasanya pelaksanaan dimulai sekitar Oktober,” katanya.
Menanggapi usulan itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon, Hidayatullah, menyatakan DPRD pada prinsipnya mendukung tambahan anggaran selama penggunaannya diarahkan untuk program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mengurangi angka pengangguran.
Menurutnya, pelatihan kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri agar mampu meningkatkan kompetensi pencari kerja dan membuka peluang penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.
“Pada prinsipnya kami mendukung usulan tambahan anggaran selama dimaksimalkan untuk pelatihan kerja dan program ketenagakerjaan agar pengangguran di Kota Cilegon bisa berkurang. Efektivitas antara anggaran dan program harus benar-benar terlihat dan dirasakan masyarakat,” ujar Hidayatullah.
Politikus Partai Golkar itu juga mendorong Disnaker untuk terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan kalangan industri. Menurut dia, kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Cilegon.
“Di tengah efisiensi anggaran saat ini, kami berharap Disnaker tetap optimal menjalankan program pelatihan sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan pihak industri sehingga penyerapan tenaga kerja dapat terus meningkat,” katanya. (Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.