MALINGPING – Bencana Tsunami yang terjadi di Lampung dan Banten, membuat sejumlah masyarakat bergerak untuk melakukan penggalangan dana.

Tak terkecuali seperti yang dilakukan oleh beberapa muda-mudi di Kampung Kadujajar II, Desa Kadujajar, Kecamatan Malingping.

Sejak kemarin, penggalangan dana hari kedua di Desa Kadujajar, Kecamatan Malingping nampaknya lebih menarik perhatian para pengguna jalan untuk mendonasikan sebagian hartanya.

Dari arah kiri dan arah kanan, pengguna jalan terlihat lebih murah untuk tersenyum.

Setidaknya dari uang koin sampai dengan uang pecahan Rp 50 Ribu, lebih terpusat ke dus yang bertertuliskan peduli bencana tsunami yang dipegang oleh relawan perempuan.

Menurut penuturan Encep Suhendi, selaku Koordinator penggalangan dana, bahwa hari kedua ini, pendapatan lebih besar daripada hari kemarin.

Meskipun tidak mendapatkan jumlah yang banyak, namun keringat yang keluar dari badan relawan yang turun ke jalan tidak menjadi sia-sia.

“Hari ini perempuannya lebih dilirik pengguna jalan. Pendapatan lumayan lah,” katanya, Rabu (26/12/2018).

Galang dana hari ke dua ini, lanjut pria yang akrab disapa Endi, dimulai sejak pukul 11.00 WIB, sampai dengan pukul 18.00 WIB menjelang waktu Sholat Maghrib.

Lantaran pada pagi hari, masih kata Endi, curah hujan terus merincik sampai dengan siang hari.

“Hujan saja, tapi dengan kekompakan meskipun gerimis aktivitas penggalangan dana kami selenggarakan,” jelasnya.

Sementara menurut Nurhasanah salah satu relawan perempuan menyampaikan, bahwa dirinya tidak mengenal lelah dalam melakukan aksi penggalangan dana tersebut.

Karena memang, lanjutnya, aksi sosial yang dilakukan, ditopang oleh rasa kemanusiaan dan semangat yang tinggi, meskipun tidak semua pengguna jalan memberikan sedekahnya.

“Asik sih, karena ceweknya banyakan. Hanya ini pengguna jalan ada saja yang ngebut. Takut juga kalau ada kendaraan yang ngebut. Padahal kami sudah menggunakan rambu-rambu,” ujar mahasiswa UIN Banten itu.

Rencananya nanti malam sehabis Isya, para relawan penggalangan dana akan keliling ke setiap rumah, sebagai upaya untuk menerima bantuan dari warga setempat.

Dalam upaya tersebut, selain pakaian dan uang, mereka juga akan memfokuskan sumbangan dalam bentuk sembako.

“Keliling kampung, lumayan untuk penambahan logistik,” tambahnya. (Endi/CJ/Red)