CILEGON – Ada yang menarik dalam pemandangan di gelaran pameran Cilegon Expo 2019 yang digelar di Alun-alun Kota Cilegon dari tanggal 27 April hingga 3 Mei 2019 mendatang, dan perlu kiranya dikunjungi oleh masyarakat Cilegon yang akan berkunjung ke sana. 

Dibanding dengan stand-stand lainnya yang saling memamerkan produk-produk andalannya, produk hasil kreatifitas para narapidana di Lapas Klas III Cilegon sepertinya lebih unik dan lebih menarik perhatian para pengunjung.

Meski menggunakan bahan baku limbah seperti koran dan kayu bekas, para warga binaan Lapas Cilegon ini mampu menghasilkan pernak-pernik yang anrtistik. Seperti halnya miniatur Tugu Landmark Cilegon, Kapal Layar, Monas, Menara Eifel,  Gitar, kaligrafi serta beragam miniatur kendaraan dan hewan.

Kreasi yang tentunya bernilai ekonomis, terbukti dalam pameran ini produk dengan harga terendah saja dibandrol Rp. 50.000.

Staf Subseksi Pembinaan Bidang Kemandirian, Ade Irawan mengungkapkan, produk-produk karya WBP yang ikut ditampilkan meliputi kerajinan miniatur motor gede, replika menara eiffel, replika monas, miniatur kapal, miniatur landmark kota Cilegon dan sebagainya. Sebagian besar produk-produk tersebut dari bahan limbah kertas, kayu, dan plastik.

“Yang kita pamerkan ini handcrap atau kerajinan tangan warga binaan, diantaranya dari bahan koran bekas, kayu palet, batok, resin,  bata habel,” kata Ade  saat ditemui di standnya, Senin (29/4). 

Ade juga menjelaskan, dari puluhan napi yang memiliki bakat kreativitas dibagi dalam beberapa bidang sesuai dengan bakat yang dimilikinya. 

“Yang kita bina ada 35, dibagi beberapa divisi Ada laundry, pangkas rambut, mekanik otomotif, perkayuan, handcrap,  menjahit dan sebagainya,” jelasnya.

Program yang sudah berjalan selama kurang lebih 2 tahun tersebut. Menurut Ade, sudah menghasilkan produk yang sebagian sudah merambah hingga ke pasar melalui jejaring sosial dan kerjasama dengan pemerintah. 

“Sudah ada beberapa yang masuk ke pasar, tapi masih merintis. Program ini berjalan sudah 2 tahunan. Ada juga yang terjual kerjasama dengan koperasi di dalam Lapas itu tataboga Donat

Kita masih belajar masarin lewat Sosmed, instragram, belajar di tokopedia dan bukalapak,” terangnya. 

“Kita juga kerjasama dengan Pemkot Cilegon, makanya kita bisa ikut pameran di Cilegon Expo ini,” tandasnya. (Red)