Perdana Panjang Mulud Tingkat Kabupaten, Bupati: Ini Harus Berkelanjutan
PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten Pandeglang baru pertama kali menggelar peringatan panjang mulud tingkat Kabupaten Pandeglang.
Dalam peringatan tersebut, rupanya mendapatkan antusias yang tinggi dari berbagai pihak yang menyaksikan atau yang ikut serta menyemarakan, selain itu juga menjadi pelajaran penting untuk masyarakat bahwa Pandeglang merupakan kota santri.
Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, pihaknya ingin mensyiarkan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat Kabupaten Pandeglang, agar masyarakat tersebut bisa mengambil hikmah dan dan mengingat perjuangan Rasulullah SAW.
“Kita adalah umatnya nabi Muhammad Saw, background kita ini kota santri jadi kita harus terus mengibarkan mensyiarkan peringatan hari besar Islam, salah satunya yaitu lahirnya Baginda nabi Muhammad Saw,” kata Bupati Pandeglang saya ditemui di panggung kehormatan usai pawai Panjang Mulud di Karang Tanjung, Jumat (22/11/2019).
Ia mengatakan, beberapa tahun ke belakang, pihaknya hanya bisa menggelar maulid nabi dengan skala kecil di tingkat Kecamatan, namun kali ini pihaknya mencobanya dengan skala Kabupaten Pandeglang.
“Biasanya kita laksanakan di tingkat kecamatan, desa, sekarang kita buat skalanya lebih besar yaitu di kabupaten Pandeglang,” katanya.
Irna menjelaskan, pada saat pelaksanaan kegiatan panjang mulud tersebut, pihaknya sangat terkesan melihat antusiasme masyarakat yang begitu partisipatif.
“Kami didukung oleh pak Kapolres, ketua pengadilan, ibu Kejari, Kementrian Agama dan kesra, dan masyarakat tadi semuanya tadi betapa animonya luar biasa, mereka juga ingin mencontoh bagaimana perilaku Rasulullah, kita sudah melaksanakan event besar keagamaan, kemarin kita gelar festival solawat, dan memutihkan lautan manusia,” ujarnya.
Usai melaksanakan panjang mulud, lanjut Irna, pihaknya juga menggelar tabligh Akbar yang menghadirkan beberapa penceramah lokal yang kondang, Hal itu dilakukan untuk muhasabah diri.
“Setelah ini (panjang mulud) kita akan melaksanakan tabligh Akbar dengan enam penceramah lokal kondang dan luar biasa, beliau adalah guru-guru kita. Agar ingat terus bagaiman perjuangan rasul,” katanya.
Setelah digelarnya panjang mulud tingkat Kabupaten Pandeglang ini, dirinya menginginkan untuk dijadikan agenda rutin tahunan, agar masyarakat terus mengingat perjuangan Nabi Muhammad SAW.
“Untuk skala kabupaten Pandeglang, ini yang pertama kali, tapi saya harap ini bisa berkelanjutan, agar masyarakat juga bisa memeriahkan semarak maulid nabi,” katanya. (De/Red)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.