Berebut Tanah Warisan Keluarga, Kakak Adik Saling Bacok
SERANG – Dua pria lanjut usia di Kampung Sumber Jaya, Desa Barugbug, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, saling bacok di tengah sawah.
Diketahui pada Kamis (20/9/2018) Rupian (65) dan Rusdi (60) yang merupakan Kakak-Adik tersebut terlibat cekcok mulut diduga karena rebutan tanah warisan keluarga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekira pukul 07:00 WIB, Rusdi yang tengah asik mencangkul di sawah di kagetkan dengan kehadiran Kakaknya Rupian yang tiba-tiba menghampirinya dengan marah-marah.
Sebelum terjadi bentrokan keduanya terlihat adu mulut hingga akhirnya saling mengeluarkan senjata tajam berupa golok dan mengakibatkan keduanya mendapatkan luka cukup parah di beberapa bagian tubuh.
Rusdi terpaksa harus di larikan ke ruang operasi di RSUD Dradjat Prawiranegara Serang, karena mengalami luka parah pada bagian muka dari bawah mata hingga mulut putus setelah di tebas oleh sang Kakak.
Sementara Rupian, atas aksinya tersebut harus menerima luka di bagian tangan dan kaki, hingga di larikan ke Puskesmas terdekat.
Kamis siang, pihak kepolisian dari Reskrim Polres Serang Kota dan Polsek Ciomas, langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
“Di lokasi tersebut, ditemukan dua serangkah golok yang digunakan untuk berduel. Sementara golok yang digunakan untuk berduel telah diamankan oleh pihak kepolisian,” kata Kepala Desa Ciomas Yani Mulyani.
Yani mengungkapkan, pemicu keduanya saling bacok diduga karena rebutan tanah.
”Ini Masih dugaan yah, katanya sih masalah tanah. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, keduanya dirawat di tempat yang berbeda. Hal ini di lakukan untuk menghindari hal yang tidak di inginkan,” ungkapnya.
Untuk menghindari gesekan agar tidak meluas ke anggota keluarga dan rekan lainnya, pihaknya bersama Kepala Desa Barugbug langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantispai kekhawatiran adanya gesekan massa.
“Pihak kepala desa melakukan musyawarah dengan tokoh masyarat dan tokoh pemuda kedua Desa tersebut agar tidak ada yang terprovokasi, dan menghimbau agar menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian agar bisa diselesaikan. Saat ini kasusnya kini tengah ditangani pihak kepolisian setempat,” jelasnya. (FBN)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.