HARIANBANTEN.CO.ID – Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ihwan, menyoroti realisasi pendapatan daerah yang hingga memasuki pertengahan tahun rata-rata baru mencapai sekitar 40 persen. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempercepat kinerja agar target pendapatan dan serapan anggaran pada semester II 2026 bisa tercapai.

Menurut Rizki, capaian serapan anggaran di setiap OPD masih beragam. Ada perangkat daerah yang telah mencapai realisasi sekitar 50 persen, namun masih ada pula yang baru menyentuh kisaran 20 persen.

“Variatif karena itu tergantung hasil serapan masing-masing OPD. Tapi rata-rata masih di angka 40 persenan,” kata Rizki kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).

Untuk mengetahui penyebab lambatnya realisasi tersebut, DPRD akan menggelar rapat gabungan bersama Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Rapat itu akan mengevaluasi berbagai kendala yang dihadapi OPD di lapangan.

Menurut Rizki, rendahnya serapan anggaran diduga dipengaruhi sejumlah persoalan teknis, mulai dari proses pengadaan barang dan jasa hingga keterlambatan pelaksanaan lelang.

“Kita perlu cek dulu secara teknis nanti dengan OPD terkait. Apakah ini berkaitan dengan pengadaan barang dan jasanya atau proses lelangnya yang terlambat,” ujarnya.

Di sisi lain, Rizki mendukung langkah Pemerintah Kota Cilegon memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan pendapatan daerah. Beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain pemasangan tapping box serta sistem jemput bola kepada wajib pajak.

Meski demikian, ia menilai pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kinerja petugas pemungut pajak agar target pendapatan bisa tercapai sesuai rencana.

“Yang paling penting kan outcome-nya. Berarti bidang pemungut atau bidang pajak harus lebih aktif mengakselerasi pendapatannya,” tegasnya.

Rizki berharap hasil evaluasi bersama Banggar dan TAPD dapat menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat realisasi pendapatan maupun belanja daerah. Dengan begitu, target kinerja Pemerintah Kota Cilegon pada semester kedua 2026 dapat tercapai secara optimal. (ADV)