Mengapa Kue Jojorong Menjadi Simbol Meletusnya Gunung Krakatau?
HARIANBANTEN.CO.ID – Kue Jojorong adalah makanan khas Banten yang berasal dari Kabupaten Pandeglang. Kudapan ini dibuat dari tepung beras dan santan kelapa dengan isian gula aren. Adonannya dibungkus daun pisang berbentuk persegi, lalu ujung-ujungnya diikat tusuk gigi. Karena menggunakan santan, kue ini harus segera dikonsumsi agar tidak cepat basi.
Menurut Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Jawa Barat melalui penelitian Iim Imadudin dan Heru Erwantoro, Jojorong memiliki makna simbolis yang terkait letusan Gunung Krakatau. Dalam tradisi setempat, Jojorong disajikan bersama Jejongkong olahan singkong berisi gula arennyang diibaratkan magma. Bentuknya yang dibungkus daun pisang menyerupai gunung.
Baca Juga : Raden Hilman Djajadiningrat: Bangsawan Banten di Pusaran Politik Kolonial
Dahulu, penyajian Jojorong menjadi bagian dari perayaan adat yang meriah. Acara tersebut sering dilengkapi hiburan rakyat seperti dangdutan, wayang golek, hingga kesenian patingtung. Kehadiran hiburan itu menarik minat warga untuk datang.
Kini, Jojorong telah diakui secara resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Penetapan ini dilakukan setelah melalui proses sidang dan pengajuan, bersama tiga warisan budaya asal Lebak lainnya: Kacapi Buhun, Carita Pantun, dan Golok Sajira.
Baca Juga : Godam Si Denok, Pusaka Sakti yang Menghidupkan Golok Ciomas
Meski memiliki status WBTb, Jojorong umumnya hanya dijumpai pada acara hajatan di Banten, terutama di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Pada pesta pernikahan atau khitanan, Jojorong menjadi suguhan istimewa untuk tamu, sering disandingkan dengan kudapan tradisional lain.
Tradisi menghidangkan Jojorong juga terlihat pada bulan Ramadan. Pada masa itu, kue ini mudah ditemukan di pasar takjil. Bagi masyarakat Banten, Jojorong menjadi menu berbuka yang hampir selalu ada, melestarikan cita rasa manis dan nilai simboliknya bagi generasi berikutnya.(SA)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.