HARIANBANTEN.CO.ID – Sebanyak 40 koleksi senjata tradisional dipamerkan di Gedung Negara, eks Kantor Humas sekaligus bekas Museum Negeri Banten. Pameran yang digelar 6–15 Agustus 2025 ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Pamong Budaya Ahli Muda, Maharani Qadarsih, mengatakan pameran ini diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 8.

BACA JUGA: Ternyata Masjid Terate Udik di Banten Berawal dari Sumpah Palsu yang Berujung Petaka

“Senjata tradisional adalah bagian dari sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah. Karena itu, kami ingin mengangkatnya kembali agar generasi muda mengenal dan menghargai warisan budaya ini,” kata Maharani, Sabtu (9/8/2025).

Di pameran ini, pengunjung bisa melihat beragam senjata tradisional, mulai dari golok, keris, tombak, badik, hingga kujang. Koleksi golok menjadi yang paling mendominasi, terutama golok Suangka dan Golok Ciomas yang dikenal sebagai senjata khas Banten.

BACA JUGA: Sempat Numpang di SD, SMPN 14 Cilegon Kini Punya Gedung Sendiri dengan Akreditasi A

Tak ketinggalan, sejumlah keris dan golok yang berasal dari koleksi Museum Situs Purbakala Banten Lama, koleksi Banten Girang, dan Bantenologi ikut dihadirkan di pameran.

Selain senjata, pameran juga memamerkan Kowi, wadah peleburan logam dari tanah liat yang digunakan untuk menuang cairan logam. Koleksi ini dilengkapi dengan bekas kerak besi hasil ekskavasi di Banten lama dan Banten girang.

“Dari 40 koleksi yang kami kurasi, semua dipilih agar pengunjung mendapat gambaran utuh tentang sejarah dan fungsi senjata tradisional,” ujar Maharani.

Pameran ini dibuka setiap hari pukul 09.00–16.00 WIB dan gratis untuk umum. Maharani mengajak masyarakat untuk datang bersama keluarga dan teman.

“Jangan lupa berkunjung. Kita bertemu di pameran senjata tradisional di Gedung Negara sampai 15 Agustus,” pungkasnya. (Asp/red)