PANDEGLANG – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pandeglang, menutup keran dukungan kepada bakal calon petahana pada Pilkada 2020.

Pihaknya berencana akan menghadirkan sosok baru untuk melawan petahana, diantaranya Pujianto, Diana Jayabaya, dan dalam waktu dekat akan segera melaksanakan deklarasi koalisi.

Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Pandeglang, Entol Supriadi mengatakan, pihaknya saat ini telah menutup dukungan kepada petahana, dirinya berencana akan menghadirkan sosok baru pada Pilkada Kabupaten Pandeglang.

“Kalau untuk upaya mendekati Pilkada, kita dengan siapapun secara terbuka, hanya tertutup kepada petahana, untuk masalah dikeluarkannya rekomendasi partai selambatnya pekan depan, kita akan deklarasi partai saja dulu partai koalisi, antara PKB dan Nasdem,” ucapnya, Kamis (2/7/2020).

Sampai saat ini pihaknya masih mempersiapkan sosok baru tersebut, namun dirinya berharap dengan kemunculan sosok baru tersebut bisa memberikan perubahan yang lebih baik.

“Sementara ini kami dari PPP ingin ada perubahan yang lebih baik di Kabupaten Pandeglang, intinya sosok yang baru yang kita munculkan seperti itu,” katanya.

Menurutnya, persoalan sosok baru teng belum diketahui tersebut bisa dipastikan mumpuni, oleh karenanya dia meminta kesempatan untuk sosok baru tersebut bekerja seoptimal mungkin.

“Soal mumpuni atau tidaknya inshaAllah, makanya berikan dulu dia (Bacalon baru-red) pekerjaan, keliatan mumpuni atau tidaknya nanti kalau sudah bekerja,” ujarnya.

Dari beberapa informasi, PPP sudah mulai mengarahkan dukungan kepada Pujianto, hal tersebut terlihat dari intensitas komunikasi dan pertemuan yang cukup sering.

“Kalau soal arah kepada Pujianto, memang kami hampir setiap hari kita ketemu, beliau menjadi salah satu alternatif usungan dari PPP,” tuturnya.

Adapun masalah kehadiran Diana Jayabaya dalam Pilkada Kabupaten Pandeglang, Entol menilai komunikasi yang saat ini sudah terjalin mulai luntur, bahkan cenderung lambat.

“Sementara ini komunikasi dengan Diana secara kepartaian di Kabupaten Pandeglang, untuk sementara ini masih dianggap lambat,” katanya. (De/red)