HARIANBANTEN.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2025/2026 akan datang lebih cepat dari biasanya. Sebagian wilayah Indonesia bahkan sudah memasuki musim hujan sejak Agustus 2025.

“Awal musim hujan tahun ini cenderung maju di sebagian besar wilayah Indonesia. Musim hujan diprediksi berlangsung dari Agustus 2025 hingga April 2026,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

BMKG mencatat puncak hujan bervariasi. Di Sumatera dan Kalimantan diprediksi pada November–Desember 2025, sementara di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua pada Januari–Februari 2026.

Dari 699 Zona Musim (ZOM), sebanyak 294 ZOM (42,1%) akan mengalami musim hujan lebih cepat dari normal, 50 ZOM (7,2%) sama dengan normal, dan 56 ZOM (8%) mundur. Artinya, mayoritas wilayah Indonesia menghadapi musim hujan lebih awal.

Dwikorita menegaskan sifat hujan 2025/2026 umumnya normal. Namun, ada 193 ZOM (27,6%) berpotensi hujan lebih tinggi dari biasanya, termasuk di sebagian besar Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Dengan kondisi ini, potensi ancaman hidrometeorologi seperti banjir, longsor, genangan air, hingga angin kencang tetap perlu diwaspadai,” ujarnya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan faktor global turut berpengaruh. ENSO netral dan IOD negatif disebut memicu suplai uap air lebih banyak ke wilayah Indonesia.

Menurutnya, musim hujan yang datang lebih cepat bisa menjadi peluang bagi sektor pertanian. “Kondisi ini bermanfaat bagi petani untuk menyesuaikan pola tanam lebih dini,” jelasnya.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, lembaga terkait, hingga masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. Mulai dari penyesuaian kalender tanam, perbaikan drainase, pengelolaan waduk, pengendalian hama, hingga mitigasi banjir dan longsor.

“Informasi cuaca dan iklim harus dimanfaatkan untuk perencanaan dan pengambilan keputusan yang tepat agar dampak bisa diminimalkan,” pungkasnya. (red)