Banyak Penolakan, RW BCA dan Warga Larangan Sepakat Menolak Kerjasama Pembuangan Sampah di TPSA Bagendung
HARIANBANTEN.CO.ID, CILEGON – Rencana Pembuangan Sampah di TPSA Bagendung dari kabupaten serang, masih banyak penolakan dari warga setempat.
Sementara Ketua RW 07 Perum BCA, Pono, mengaku secara pribadi ia menolak, rencana kerjasama antar Pemkab Serang dan Kota Cikegon terkait pembuangan sampah di TPSA Bagendung.
“Saya sih ikut masyarakat, kalau banyak yang menolak, saya sih dukung, untuk kebaikan bersama, akan tetapi secara pribadi saya, saya menolak,” ungkapnya.
Dijelaskan pono, penolakan ini lantaran, ia mendapat informasi terkait Pembuangan Sampah dari Kabupaten Serang di TPSA Cilewong banyak mengingkari janji kepada masyarakat setempat dan di anggap banyak masalah.
“Menurut informasi yang saya tau, pembuangan sampah di Cilewong juga banyak masalahnya dan mengingkari janji kepada masyarakat setempat,” tegasnya.
Meski demikian, pihaknya akan menyetop dan memutar balikan kendaraan yang memuat sampah dari kabupaten serang, jika tidak sesuai dengan kesepakatan bersama masyarakat bagendung.
“Kita masih menunggu realisasi 10 janji yang telah di sampaikan, apakah disini juga sama seperti di Cilowong. Jika 10 usulan warga tersebut, tidak dipenuhi maka pihaknya akan menyetop kegiatan pembuangan sampah dari kabupaten serang ke bagendung,” jelasnya.
“Ini kita masih nunggu, jika ini bohong, kita akan putar balik mobil sampah yang kini masih berjalan,” tegasnya.
Sementara warga larangan RW04/RT08 bagendung, Amrozi menambahakan bahwa Pada intinya warga begendung menolak adanya pembuangan sampah dari Pemkab serang ke TPSA Bagendung.
“Saya juga sebagai warga bagendung merasa keberatan adanya pembuangan sampah dari Pemkab Serang ke TPSA Bagendung,” ungkapnya. Senin, (26/9/2022).
Menurutnya, terkait kerjasama pembuangan sampah antara Pemkab Serang ke TPSA Bagendung tersebut tentunya ada Pro dan kontra.
“Yang Pro cuma segelintir orang saja, yang ada di lingkungan terdekat pembuangan sampah dengan motif diiming-imingi konpensasi. Padahal sampah sudah berjalan dari Pemkab Serang ke TPSA Bagendung itu kan konyol pada intinya warga yg terdampak atau yg terdekat menolak adanya sampah dari Pemkab Serang,” tegasnya.
Lanjut, Amrozi, Sampah dari Cilegon aja masih samaraut dan baunya menyengat apa lagi ada kiriman dari luar daerah. “Pas adanya pengerukan sampah bau nyengatnya minta ampun, saya peribadi lagi makan malam aja sampe muntah gak nahan, bau nyengatnya sampah,” ucapnya.
Lebih lucunya, Kata Amrozi, di TPSA Cilowong aja di tolak sama warganya, kenapa di Cilegon di Berikan peluang. Kalau di Cilowong di Tolak berarti kan ada masalah yang belum selesai.
“Makanya itu di Cilowong aja ditolak di rumah sendiri, ini di Cilegon di kasih peluang kan aneh,” pungkanya. (AS/HB)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.