HARIANBANTEN.CO.ID – Menyikapi hasil laporan Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan kepala daerah dalam hal ini Walikota Cilegon Helldy Agustian, Direktur Pengembangan Organisasi The Sultan Center dan Bidang Dikti ICMI Banten, Edi M Abduh mengatakan, hasil survei yang dilakukan oleh LSI bisa menjadi panduan atau guidance bagi pemilih rasional pada Pilkada 2024.

“Kalau sebuah hasil riset itu, sudah dapat menjadi panduan atau guidance terhadap sebuah kepemimpinan publik di Kota Cilegon. Artinya ini menjadi pekerjaan rumah untuk siapapun pemimpin Kota Cilegon yang terpilih,” jelas Edi, Sabtu (5/10/2024).

Edi menjelaskan, masyarakat Kota Cilegon butuh seorang pemimpin yang bisa lebih memperhatikan kondisi lingkungan, budaya, dan potensi kotanya.

“Artinya pemerintah yang akan datang harus lebih agresif dan respon lebih cepat terhadap apapun persoalan yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah adalah pelayan publik, selama masyarakat tidak banyak keluhan berarti pemerintahan tersebut sudah dapat melayani masyarakat secara maksimal.

Edi menambahkan, dari pendapat 3 ahli kebijakan publik, ada tiga kebijakan publik yakni kebijakan rasional komprehensif yaitu proses penyusunan kebijakan yang harus didasarkan pada kebutuhan yang sudah diperhitungkan rasionalitasnya.

“Atau dengan kata lain model ini adalah model yang melihat aspek efisiensi dan ekonomis,” jelasnya.

Lalu, lanjutnya, model incrementalis, model ini dikenal sebagai model modifikasi dari model rasional komprehensif.

“Maksudnya kebijakan yang diambil adalah kebijakan variatif atau kelanjutan dari kebijakan yang sebelumnya. Biasanya model ini dilakukan karena pembuat kebijakan memiliki keterbatasan waktu dan budgeting serta terbatasnya informasi. Sehingga dapat disebut model kebijakan pragmatis,” paparnya.

Ketiga, masih kata Edi, adalah model penyelidikan campuran yaitu sebuah model kebijakan yang memadukan antara model rasional komprehensif.

Untuk itu, Edi meminta para paslon dapat menganalisa dan mengamati hasil survei LSI secara cermat dan detail. Dia mengingatkan, jangan sampai salah treatment terhadap segala permasalahan yang terjadi di masyarakat Kota Cilegon.

“Harus dapat membuat metode dan formula yang tepat terhadap masalah publik Kota Cilegon dengan melakukan penilaian secara riil, sehingga akan tahu apa yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat Cilegon yang semakin heterogen,” tutupnya.

Diketahui, survei ketidakpuasan masyarakat terhadap kepala daerah merupakan salah satu jenis survei yang dilakukan oleh lembaga survei di Indonesia. Survei ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana masyarakat merasa puas atau tidak puas dengan kinerja kepala daerah dalam menjalankan tugasnya.

Secara mengejutkan, menjelang pemilihan kepala daerah Kota Cilegon 2024, LSI mempublikasikan hasil survei tingkat kepuasan terhadap kinerja Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, dimana hasilnya menunjukan sebanyak 51,9 persen warga Cilegon mengaku tidak puas dengan kinerja Wali Kota Cilegon saat ini, Helldy Agustian, yang kembali mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Cilegon. (Zal/Red)