Kiai Deram, Ulama Karismatik Lebak yang Berpengaruh dalam Penyebaran Islam di Banten Selatan
HARIANBANTEN.CO.ID – Sejarah penyebaran Islam di Banten tidak bisa dilepaskan dari peran besar para ulama. Mereka bukan hanya penyebar ajaran agama, melainkan juga tokoh pendidikan, sosial, budaya, hingga perjuangan melawan penjajahan. Salah satu ulama yang tercatat dalam sejarah Banten adalah Kiai Deram (1825–1898), seorang ulama karismatik asal Lebak yang berperan penting dalam dakwah Islam di abad ke-19.
Kiai Deram lahir di Kampung Susukan, Sajira, Kabupaten Lebak, sebuah daerah yang diyakini pernah menjadi tempat singgah utusan Kesultanan Banten ketika menyusuri Sungai Ciberang. Sejak muda, ia dikenal memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu agama. Tidak seperti kebanyakan santri Banten pada zamannya, Kiai Deram memilih menimba ilmu di Pesantren Tegalsari, Ponorogo, Jawa Timur, yang kala itu dipimpin ulama besar Kiai Hasan Besari.
Pesantren Tegalsari sendiri dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam tertua di Pulau Jawa, yang melahirkan banyak tokoh penting, termasuk pujangga besar Raden Ronggowarsito. Di sana, Kiai Deram mempelajari berbagai ilmu dasar agama, mulai dari tata bahasa Arab, tajwid, fikih, hingga akidah.
Sekembalinya ke Lebak, ia mendirikan pesantren yang menjadi pusat pengajaran Islam dengan metode bandongan, sorogan, dan wetonan, menggunakan bahasa pengantar Jawa dialek Ponorogo. Metode pengajaran ini menjadi ciri khasnya dan membedakan dari kebanyakan pesantren di Banten pada masa itu.
Pesantren dan Masjid sebagai Warisan
Kiai Deram wafat di Rabek, sebuah tempat pemberhentian kafilah haji di antara rute Makkah–Madinah. Meski tidak memiliki keturunan laki-laki, perjuangan dan warisannya dilanjutkan oleh menantunya, Kiai Haji Idris, yang kemudian mendirikan masjid di Kampung Bebekan, Lebak. Masjid tersebut hingga kini masih berdiri sebagai bukti jejak dakwah Kiai Deram.
Murid-murid Kiai Haji Idris yang merupakan penerus tradisi keilmuan Kiai Deram tersebar di berbagai daerah, di antaranya Kiurahman, Kiurahim, Ki Antarawijaya, dan Ki Sukra dari Harendong, Cikande, Maja. Sementara keturunan Kiai Deram kini banyak tersebar di wilayah Cipanas, Lebak Damar, hingga Rangkasbitung.
Menghidupkan Kembali Jejak Ulama Banten
Kiai Deram hidup sezaman dengan ulama besar Banten lainnya, seperti Syekh Nawawi al-Bantani. Meski namanya tidak sepopuler tokoh ulama besar lainnya, kontribusinya dalam membangun pondasi keislaman masyarakat Lebak dan Banten Selatan sangat penting.
Kini, meski pesantrennya sudah tidak aktif, masyarakat masih bisa menyaksikan warisan Kiai Deram melalui keberadaan masjid tua di Kampung Masjid, Lebak. Jejak perjuangan dan kiprahnya menjadi pengingat bahwa para ulama Banten bukan hanya pendakwah, melainkan juga pejuang dan pembangun peradaban Islam di Nusantara. (red)
Sumber: YouTube Mang Dhepi



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.